Harapan itu selalu ada untuk orang-orang yang tidak mudah menyerah! Semangaaaaaaaaaaaaaat! :)

Minggu, 03 November 2013

TUGAS KE 2 - INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT

Tugas ke 2
BAB III.  INDIVIDU, KELUARGA, MASYARAKAT
1.      INDIVIDU
a.      Pengertian Individu
Individu adalah unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, sebuah keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah adalah individu dalam kelompok sosial tersebut yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil.

b.      Pengertian Pertumbuhan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti dari kata pertumbuhan yaitu “kemajuan”. Bisa dikatakan bahwa pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju ke arah yang lebih maju dan lebih dewasa.
Perubahan ini biasa disebut dengan istilah proses. Dan prosesnya bertahap, misalnya seperti proses dari sesuatu yang kecil lalu tumbuh menjadi sesuatu yang besar.

c.       Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
Secara garis besarnya, faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dapat digolongkan ke dalam tiga golongan. Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan:

a)      PENDIRIAN NATIVISTIK
Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat, bahwa pertumbuhan individu itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
Para ahli dari golongan ini menunjukkan berbagai kesempatan atau kemiripan antara orang tua dengan anaknya. Misalnya seorang ayah yang memiliki keahlian di bidang teknologi maka kemungkinan besar anaknya juga menjadi ahli teknologi. Namun hal ini akan menimbulkan keragu-raguan apakah kesamaan yang ada antara orang tua dan anaknya benar-benar disebabkan oleh pembawaan sejak lahir karena adanya fasilitas-fasilitas atau hal-hal yang dapat memberikan dorongan ke arah yang lebih maju. Tetapi harus mempertimbangkan juga pembawaan sejak lahir dari pihak ibu, besar kemungkinan anaknya memiliki dua keahlian yang diwariskan dari ayahnya dan juga dari ibunya.

b)      PENDIRIAN EMPIRISTIK & ENVIRONMENTALISTIK
Pendirian ini berlawanan dengan pendapat nativistik. Para ahli berpendapat, bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedangkan kemampuan dasar dari pembawaan lahir dianggap tidak berperan sama sekali. Pendirian semacam ini disebut sebagai pendirian yang environmentalistik. Sehingga dapat dikatakan bahwa pendirian ini pada hakikatnya adalah kelanjutan dari paham empirisme.
Tapi dalam kenyataannya, sering kita jumpai anak-anak orang kaya atau orang pandai mengecewakan orang tuanya. Karena tidak berhasil dalam belajar, walaupun fasilitas yang dimiliki tersedia secara lengkap. Dan sebaliknya, pada anak-anak yang orang tuanya kurang mampu sangat berhasil dalam belajar, walaupun fasilitas belajar yang dimiliki sangat minimal, jauh dari kata mencukupi.
Menurut faham ini di dalam pertumbuhan individu, baik dasar maupun lingkungan kedua-duanya memegang peranan penting. Disamping harus adanya dasar, juga perlu dipertimbangkan masalah kematangan (readiness), misalnya anak yang normal berusia enam bulan, walaupun anak tersebut hidup di antara manusia-manusia lain ada kemungkinan juga anak itu tak akan dapat berjalan karena belum matang untuk melakukan hal itu.

c)      PENDIRIAN KONVERGENSI dan INTERAKSIONISME
Kebanyakan para ahli mengikuti pendirian kenvergensi dengan modifikasi seperlunya. Suatu modifikasi yang terkenal dan sering dianggap sebagai perkembangan lebih jauh konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu. Nampak lain dengan konsepsi konvergensi yang berpandangan oleh dasar (bakat) dan lingkungan.

2.      KELUARGA
a.      Pengertian Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan masyarakat terkecil. Di sinilah manusia belajar bersosialisasi dengan seseorang di luar dirinya. Manusia belajar bagaimana hidup berdampingan dengan orang lain melalui saudara-saudara dan orang tua. Keluarga lah sebagai pengenalan pertama manusia terhadap lingkungan sosial.
Menurut bahasa Sansekerta, keluarga berasal dari kata “kulawarga” yang berarti anggota,ras. Sehingga dapat diartikan, keluarga sebagai sekelompok orang yang berasal dari ras yang sama. Tetapi secara lebih spesifik, sebutan keluarga di peruntukkan bagi sekelompok orang yang masih terikat dengan kesamaan darah (hubungan darah) yang mengalir pada tubuhnya. Ikatan keluarga secara hubungan darah, yang disebut dengan keluarga kecil adalah terdiri dari sepasang suami istri. Lalu berlanjut, menjadi ayah, ibu, dan anak. Keluarga kecil inilah yang nantinya melahirkan atau menghasilkan keturunan-keturunan yang akan membentuk keluarga besar.
Dalam sebuah keluarga, masing-masing anggota memegang peranan masing-masing. Kewajiban serta hak yang didapat juga berbeda. Dalam hal ini, keluarga ibarat sebuah organisasi. Saling bekerjasama untuk mewujudkan sebuah “kesatuan” yang luar biasa.

b.      Fungsi Keluarga
Dalam kehidupan keluarga sering kita temui adanya tugas-tugas yang harus dilakukan. Suatu tugas yang harus dilakukan itu disebut fungsi. Fungsi keluarga adalah suatu tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga tersebut.

c.       Macam-macam fungsi keluarga
Berikut adalah beberapa macam fungsi keluarga:
a)      Fungsi Pendidikan : Keluarga wajib memberikan pendidikan kepada anak secara formal atau pun informal. Pendidikan yang dipenuhi bukan hanya yang berhubungan dengan keilmuan tetapi juga pendidikan yang bersifat kepribadian. Ayah dan ibu adalah pengajar pada mata pelajaran kepribadian ini.
b)      Fungsi Sosial : Berkomunikasi dengan sesama anggota keluarga merupakan cara pengajaran untuk bersosialisasi. Bersikap kepada anggota keluarga, mengajarkan untuk memperbaiki kesalahan, memuji apa yang dilakukan dengan benar adalah pelajaran sosial yang berharga untuk membentuk dasar kepribadian.
c)      Fungsi Agama : Keluarga yang baik adalah yang mendasari semua hal dalam keluarga dengan agama. Pelajaran agama yang ditanamkan sejak dini pada anak-anak akan membentuk pribadi anak menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Tuhannya.
d)     Fungsi Ekonomi : Fungsi ekonominya yaitu keluarga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang pokok seperti: kebutuhan makan dan minum, pakaian untuk menutupi tubuh, juga tempat tinggal. Contohnya kegiatan ayah mencari uang demi menfkahi keluarga merupakan contoh fungsi ekonomi dalam keluarga.
e)      Fungsi biologis : Dengan fungsi ini, diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan persiapan-persiapan pernikahan bagi anak-anaknya. Karena dengan pernikahan, akan terjadi proses kelangsungan keturunan. Dan setiap manusia pada hakikatnya terdapat semacam tuntutan biologis bagi kelangsungan hidup keturunannya, melalui pernikahan.
Dengan persiapan yang cukup matang ini dapat mewujudkan suatu bentuk kehidupan rumah tangga yang baik dan harmonis. Kebaikan rumah tangga ini dapat membawa pengaruh yang baik pula bagi kehidupan bermasyarakat.

3.      MASYARAKAT
a.      Pengertian Masyarakat
Menurut Hasan Sadily, masyarakat adalah suatu keadaan badan atau kumpulan manusia yang hidup bersama. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, masyarakat adalah sejumlah orang dalam membentuk kelompok tertentu yang membentuk perikehidupan berbudaya, rakyat. Masyarakat merupakan sekumpulan orang yang membentuk sistem, yang terjadi komunikasi di dalam kelompok tersebut.

Jelasnya: Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya. Semua tatanan kehidupan itulah yang menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas. Dalam lingkungan itu, semua menjadi satu, baik tua maupun muda, pria maupun wanita, yang kecil maupun yang dewasa, semua larut dalam suatu kehidupan yang teratur dan terpadu dalam suatu kelompok manusia, yang disebut sebagai masyarakat.

b.      Golongan Masyarakat
Dalam pertumbuhan dan perkembangan suatu masyarakat, dapat digolongkan menjadi masyarakat sederhana dan maju (masyarakat modern) :
a)      Masyarakat Sederhana
Masyarakat sederhana disebut juga sebagai masyarakat primitif yang membagi pekerjaan sesuai dengan jenis kelamin. Sesuai dengan pola pikirnya yang masih sangat sederhana, pada saat itu pola perekonomian mereka belum sedemikian rupa seperti masyarakan maju. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin berdasarkan adanya perbedaan kekuatan dan kemampuan fisik antara  pria dengan wanita menghadapi berbagai tantangan alam yang masih buas pada saat itu.

b)      Masyarakat Maju (Modern)
Masyarakat modern adalah masyarakat yang memiliki pola pikir cenderung kepada peradaban yang lebih maju. Dan keterikataknnya dengan adat istiadat pun sudah tidak terlalu dominan seperti dahulu. Sebab di zaman modern, masyarakatnya banyak dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan informasi yang selalu up-date. Pihak pengembang teknologi baik dalam bidang barang-barang elektronik maupun aplikasi-aplikasi canggih dalam bentuk software, terus menerus mengeluarkan berbagai produk baru mereka, sehingga kebanyakan masyarakat pun kini secara tidak langsung harus mengikuti perkembangan informasi tentang produk-produk baru yang terus bermunculan agar tidak dikatakan ketinggalan zaman. Dalam lingkungan masyarakat modern, masyarakatnya dibedakan menjadi 2, yaitu masyarakat industri dan masyarakat non-industri.

c.       Perbedaan Masyarakat Non-Industri dengan Masyarakat Industri
a)      Masyarakat Non-Industri
Adalah masyarakat yang belum banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi yang ada, ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi penyebab belum terjamahnya masyarakat ini dengan teknologi dan kemajuan dibidang lainnya. Yang pertama, bisa dikarenakan globalisasi dari dunia Barat belum sampai ke masyarakat ini. Atau memang karena masyarakatnya yang tempat tinggalnya cenderung sulit dicapai (terpencil), jadi berbagai informasi dari dunia luar sulit untuk masuk dan menyebarkannya ke seluruh masyarakat. Dan bisa juga disebabkan oleh faktor masyarakatnya sendiri yang kurang tanggap dan mengerti untuk mendapatkan informasi tentang perkembangan teknologi dan informasi di luar tempatnya tinggal.
Secara garis besar, masyarakat non-industri dibagi menjadi dua golongan, yaitu Kelompok Primer (Primary Group) dan Kelompok Sekunder (Secondary Group).

KELOMPOK PRIMER
1.      Kelompok primer biasa disebut dengan “face to face group”, karena anggota kelompoknya sering saling berdialog, karena saling mengenal dan akrab.
2.      Kelompok ini lebih bernuansa kekeluargaan dan lebih berdasarkan pada simpati.
3.         Pembagian tugas tidak secara paksa, tetapi menitik beratkan pada kesukarelaan.
Contoh kelompok primer: Keluarga, Rukun Tetangga, Kelompok Belajar, dll.
                              KELOMPOK SEKUNDER
1.      Kelompok sekunder tidak saling berhubungan langsung dan cenderung lebih formal.
2.      Kurang bersifat kekeluargaan.
3.      Pembagian tugasnya diatur berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang obyektif.
Contoh: Semua kelompok sosial, perkumpulan-perkumpulan, atau ormas-ormas yang mempunyai anggota kelompok tidak resmi.

b)      Masyarakat Industri
Adalah masyarakat yang sudah maju, kehidupannya tergantung kepada pekerjaan di pabrik dan semua yang berhubungan dengan sesuatu yang serba instan.
1.      Solidaritasnya didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakatnya.
2.      Pembagian kerjanya juga lebih kompleks berdasarkan kepandaian dan keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai batas-batas tertentu.
Contoh: Penjual Roti, Penjual Sepatu, Tukang Las, Ahli Mesin, Ahli Listrik, mereka dapat bekerja secara mandiri sesuai keahlian mereka.


4.      HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
Manusia adalah makhluk individu, dimana berarti manusia adalah makhluk yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam bagian lainnya, tidak dapat dipisahkan antara jiwa dan raganya. Tetapi jika dilihat dari segi ilmu sosial, manusia juga memiliki peran sebagai manusia sosial, yaitu makhluk yang tidak dapat hidup sendiri atau dengan kata lain membutuhkan orang lain. Jadilah manusia harus berinteraksi dengan orang lain selain dengan dirinya sendiri, yang paling dekat yaitu dengan keluarga. Sebab itu individu membutuhkan keluarga sebagai tempat mereka pertama kali belajar bagaimana melakukan interaksi dan bersosialisasi secara baik. Untuk itu keluarga pun harus mengajarkan individu yang menjadi anggota keluarganya dengan sebaik mungkin, memberikan perhatian lebih, menjadi jembatan untuk mengantar individu tersebut menuju lingkungan yang lebih luas lagi untuk berinteraksi, yaitu menuju lingkungan masyarakat. Lingkungan di masyarakat dibutuhkan untuk seorang individu untuk membentuk karakter si individu dan membantu individu menemukan karakter mana yang sebenarnya menjadi jati dirinya.


REFERENSI:
a.       Harwantiyoko & F. Katuuk, Heltje.1997.MKDU ILMU SOSIAL DASAR.Jakarta: Penerbit Gunadarma. (digital book)
b.      http://id.wikipedia.org/wiki/Individu diakses pada November 2013
c.       http://www.anneahira.com/keluarga.htm diakses pada November 2013
d.      http://9triliun.com/artikel/1174/pengertian-masyarakat.html diakses pada November 2013


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.