Harapan itu selalu ada untuk orang-orang yang tidak mudah menyerah! Semangaaaaaaaaaaaaaat! :)

Selasa, 11 Juni 2013

TEMPAT BELAJAR ISLAM DI KOTA MANCHESTER

Glory Glory! Manchester United !  *eh hihihi

Mohon maaf para pembaca, saya terbawa suasana.

Pasti sudah pada tahu dong kota Manchester itu dimana…?! Yap, kota Manchester itu ada di Inggris. Kota ini dicatat sebagian besar orang – terlebih bagi mereka yang suka sepakbola – sebagai kota yang menyimpan setumpuk harapan. Setidaknya, dua klub  sepakbola, Manchester United (MU) dan Manchester City yang telah menjawab harapan itu.

Selain itu, di kota ini pula, muslim Manchester tampak bergeliat. Pasalnya, di kota yang dikenal sebagai markas klub sepakbola itu telah berdiri The Manchester Islamic Centre ( MIC ). Tak berlebihan, berkat keberadaan The Manchester Islamic Centre itu, ajaran Islam pun menyebar dan mengalami perkembangan di kota Manchester.



Sebab The Manchester Islamic Centre itu dicatat sebagai salah satu Islamic Centre tertua di Inggris yang menempati kawasan yang sangat strategis lantaran berdiri di Burton Road, West Didsbury, Manchester. Lokasi itu berada di kawasan yang –dapat dikatakan- tersibuk di kota Manchester. Tak salah, jika The Manchester Islamic Centre bisa ditemukan dengan mudah, dan memiliki keleluasaan sebagai pusat penyebaran Islam di kota Manchester ini.



Sejak berdiri, The Manchester Islamic Centre pun menjadi tempat bagi umat Islam di kota ini untuk belajar agama Islam, terutama bagi mereka yang baru memeluk Islam. Bahkan, mereka bisa datang ke The MIC –yang masih dalam satu kawasan dengan masjid Didsbury—untuk mengkaji Islam secara langsung dari sumbernya, yakni Al-Qur’an. Dan The MIC terbuka lebar bagi siapapun yang datang dan mau belajar Islam.

Bekas Bangunan Gereja

Sejarah di balik berdirinya The Manchester Islamic Centre bisa dibilang unik. Sebab, The MIC dan Masjid Didsbury awalnya bangunan sebuah gereja tua, yaitu Gereja Albert Par Methodist Chapel. Konon, gereja itu dibangun sudah satu abad lebih (sekitar tahun 1883). Tetapi, seiring perjalanan waktu, gereja itu rupanya tidak menarik minat umat Kristiani untuk melaksanakan ibadah. Jadinya, gereja itu sepi jamaah.
Pada tahun 1962, gereja itu secara resmi ditutup. Lalu, 5 tahun setelah itu, tepat pada 1967, komunitas Arab Suriah di kota itu membeli bangunan tersebut, lantas menjadikan bekas bangunan gereja itu sebagai Masjid Didsbury dan sekaligus The Manchester Islamic Centre. Jadi, Masjid Didsbury dan The MIC itu sebenarnya satu di antara sekian banyak masjid di Inggris yang dulu (bekas) bangunan gereja, kemudian dialihfungsikan menjadi masjid.

Bangunan tersebut terdiri atas dua bangunan besar, yang pertama digunakan sebagai masjid dan perpustakaan dengan ratusan koleksi buku-buku Islam, sejarah dan budaya – baik dalam bahasa Inggris maupun dalam bahasa Arab hingga buku khusus untuk anak-anak. Ruang perpustakaan di The MIC cukup luas dan bahkan dapat dikatakan memanjakan pengunjung yang mau meluangkan waktu untuk datang.

Lalu bangunan yang kedua  digunakan sebagai tempat shalat bagi perempuan, kuliah, dan ruang kegiatan, ruang kelas, dapur, ruang wudhu untuk pria dan satu untuk wanita. Jadi, bangunan itu tidak semata-mata menjadi tempat ibadah saja, tetapi sekaligus menjadi pusat syiar Islam. Sebab, The MIC memiliki ruangan serbaguna yang dapat dipakai untuk menyelenggarakan berbagai acara dan kegiatan pendidikan, termasuk tempat seminar, pernikahan, pameran dan kegiatan sosial.
Setelah berubah fungsi menjadi masjid, komunitas muslim di kota Manchester yang kini mencapai 250.000 jiwa ,yang berasal dari berbagai suku bangsa dan ras.

The Manchester Islamic Centre membuka dan menyelenggarakan program pendidikan Islam – mulai dari Fiqih hingga tafsir Al-Qur’an – yang diajarkan dalam bahasa Arab dan Inggris. Program pendidikan itu dibuka untuk dewasa dan anak-anak.

Sejak awal mula didirikan, The Manchester Islamic Centre (MIC) memang berharap besar Islam bisa tumbuh dan berkembang di kota Manchester terus meningkat.

Subhanallah, semoga kita bisa dapat kesempatan ya berkunjung ke sana. Aamiin : )


Sumber: Majalah Hidayah edisi 137
Sumber gambar: www.google.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.