Harapan itu selalu ada untuk orang-orang yang tidak mudah menyerah! Semangaaaaaaaaaaaaaat! :)

Minggu, 27 Januari 2013

TUGAS TENTANG BAHASA IKLAN

Pengertian Bahasa Iklan

Pengertian iklan :

• Berasal dari bahasa Yunani , kurang lebih pengertiannya “ mengiring orang pada gagasan “
• Secara komprehensip “ semua bentuk aktivitas untuk memperkenlakan dabn mempromosikan ide, barang, atau jasa secara non personal tentang suatu produk, merek, perusahaan, atau toko.
• Iklan ialah promosi barang, jasa, perusahaan dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor.
• Iklan merupakan suatu investasi ekonomis, dan bagi kebanyakan perusahaan dan organisasi non profit, iklan merupakan sebuah investasi yang dianggap sangat menguntungkan. (Shimp, 2000)
• Iklan memiliki berbagai macam jenis, berdasarkan sifatnya iklan dibedakan atas iklan niaga dan nonniaga. Iklan niaga dibuat untuk mempengaruhi khalayak/masyarakat supaya tertarik untuk memiliki, membeli, dan mengunakan produk yang diiklankan. Iklan nonniaga/layanan masyarakat dibuat untuk menarik perhatian masyarakat sehingga masyarakat mempunyai rasa simpati atau memberikan dukungan terhadap hal yang diiklankan.
• Berdasarkan tujuan, iklan dibedakan atas iklan penawaran/permintaan dan iklan pengumuman. Sedangkan berdasarkan ruang (space), iklan dibedakan iklan baris dan displai. Iklan baris adalah iklan yang menggunakan bahasa singkat dan padat. Iklan baris biasanya disusun berdasarkan golongan yang sama. Misalnya: iklan penjualan rumah masuk dalam kolom properti atau rumah dijual.
• Iklan lowongan pekerjaan dan mencari pekerjaan masuk golongan karier, misalnya: pada setiap surat kabar penggolongan iklan diberi nama yang berbeda-beda. Iklan baris memiliki beberapa komponen, yaitu: komponen aktivitas, produk yang diiklankan, spesifikasi produk, dan identitas pengiklan.

Pengertian Bahasa:

Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.

Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder. Arbitrer yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya.

Jadi,dapat disimpulkan bahwa Bahasa Iklan itu adalah bahasa yang memiliki:


a. Penggunaan pilihan kata yang tepat, menarik, sopan, dan logis
b. Ungkapkan atau majas yang digunakan untuk memikat dan sugestif
c. Penyusunan secara singkat dan menonjolkan bagian-bagian yang dipentingkan.


Tips Penulisan Bahasa Iklan

Iklan sangat erat dalam dunia perdagangan sekarang ini. Media penyebarannya pun beragam, melalui media massa, media elektronik, dan media komunikasi seperti handphone. Biaya yang dikeluarkan pembuat iklan juga berbeda-beda, dari yang gratis-an sampai sangat mahal. Tetapi, pada dasarnya dengan tujuan sama ,yaitu menarik perhatian masyarakat agar menggunakan sesuatu yang di-iklankan tersebut. Semua itu tidak lepas dari bahasa yang digunakan. Kenapa begitu? Berikut fakta dan tipsnya..
Bahasa mesti menyimpan makna ketika kita ungkapkan pada orang lain, agar mereka memahami apa yang kita ungkapkan tersebut. Contohnya : Ketika sedang lapar. Secara tidak sengaja, kamu memegang perutmu, lalu muka melemas. Itu adalah salah satu contoh dari bahasa tubuh. Melalui kata-kata, kamu mungkin akan berkata "aku mau makan", "perutku lapar". Hal ini membuktikan bahwa sesuatu yang mudah dipahami adalah hal yang langsung ke inti masalah/hal yang dibahas.
Bahasa yang informatif, menerangkan 5W+1H secara jelas dan singkat sesuai dengan hal yang akan di-iklankan nanti.



CARA MEMBUAT IKLAN YANG MENARIK

Cara membuat iklan yang menarik


Aspek terpenting dari sebuah bisnis adalah membuat penjualan, baik produk ataupun jasa. Jika tidak ada penjualan, tidak ada bisnis yang akan bertahan lama. Dan setiap penjualan selalu diawali oleh promosi atau iklan. Pernahkah Anda memperhatikan halaman iklan baris di koran ? Apakah Anda membaca semuanya ? Pasti tidak ! Saya yakin Anda hanya membaca iklan-iklan yang menarik perhatian Anda saja. Sebagian besar iklan tidak Anda baca sama sekali. Dan hampir semua orang melakukan hal yang sama dengan Anda. Setelah Anda membaca iklan-iklan yang menarik perhatian Anda, apakah Anda melakukan pembelian ? Mungkin tidak juga, karena ternyata iklan tersebut tidak mampu membuat Anda berminat dan berhasrat pada produk yang dijual. Tujuan setiap iklan adalah untuk menjual produk atau jasa yang ditawarkan. Jika tidak terjadi penjualan, berarti iklan tersebut tidak berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Anda tentu tidak mau iklan Anda seperti itu.
Iklan yang berhasil harus memenuhi unsur-unsur dalam formula klasik berikut ini :
  • Menarik perhatian pembaca (Attention) 
  • Membuat pembaca tertarik dengan produk yang ditawarkan (Interest) 
  • Membuat pembaca berhasrat untuk memiliki produk tersebut (Desire) Membuat pembaca melakukan tindakan yang diharapkan (Action) 

Formula klasik tersebut sering disingkat dengan AIDA.

Attention
Sebuah media iklan baris biasanya menampilkan puluhan, atau bahkan ratusan iklan per halaman. Dan iklan Anda hanyalah salah satu di antaranya. Bagaimana, dalam waktu yang singkat, iklan Anda dapat menarik perhatian pembaca ? Buatlah judul (headline) iklan yang memukau, yang membuat pembaca terkejut. Jika media tersebut tidak menyediakan kolom judul (seperti iklan baris di koran), buatlah kejutan itu di kalimat awal iklan Anda.

Gunakan kata-kata ‘sakti’ yang memaksa pembaca melihat iklan Anda. Contoh kata-kata ‘sakti’ : RAHASIA, GRATIS, GARANSI, BONUS, MUDAH, CEPAT, UANG, BEST SELLER, KISAH NYATA, AMAN, TERPERCAYA, TERUJI, OTOMATIS, DISKON, LUAR BIASA, DIJAMIN.  

Contoh judul yang menarik perhatian pembaca :
  • “3 Langkah MUDAH Menghasilkan UANG Dari Internet” 
  • “DIJAMIN Balik Modal Dalam Seminggu. GARANSI Uang Kembali” 
  • “Dapatkan RAHASIA Akses Internet GRATIS !” 
Catatan : Gunakan huruf kapital secukupnya untuk menegaskan kata-kata ‘sakti’ yang Anda harapkan dapat menarik perhatian pembaca. Jangan menulis judul iklan dengan huruf kapital semua, karena akan terkesan tidak profesional (atau orang akan menyangka keyboard Anda sedang rusak).

Interest
Segera setelah iklan Anda mendapat perhatian dari pembaca, buatlah pembaca tersebut tertarik dengan produk Anda. Tunjukkan manfaat terpenting dari produk Anda, yang tidak bisa mereka dapatkan dari produk lain. Anda harus bisa menahan pembaca tersebut, agar apa yang ingin Anda sampaikan terbaca semuanya. Oleh karena itu kalau perlu, Anda bisa gunakan lagi kata-kata ‘sakti’ agar mereka tidak mengalihkan perhatian dari iklan Anda.

Desire
Membuat pembaca tertarik saja ternyata tidak cukup. Anda harus membuat pembaca berhasrat untuk memiliki produk yang Anda tawarkan dengan menunjukkan manfaat, keunikan, dan keunggulan produk Anda dibandingkan dengan produk lain. Tunjukkanlah sesuatu dalam produk Anda yang dapat membuat pembaca merasa lebih bahagia, lebih kaya, atau lebih sehat, jika memiliki produk tersebut.

Action
Jika pembaca iklan Anda tidak melakukan tindakan apapun setelah membaca iklan Anda, artinya . . . iklan Anda sia-sia. Anda harus memancing pembaca untuk bertindak seperti yang Anda harapkan. Contoh : “Pesan Sekarang di 021-9998889 “Dapatkan Informasi Selengkapnya di http://www.blablablaxxx.com” Mungkin Anda bertanya, bagaimana memasukkan semua unsur AIDA dalam sebuah iklan yang hanya terdiri dari 4 atau 6 baris saja ? Di situlah seninya ! Semakin banyak Anda berlatih, maka semakin Anda kuasai teknik tersebut. Nah . . . sekarang ada tugas untuk Anda : Kumpulkanlah 20 iklan dari iklan baris yang Anda bisa dapatkan, baik dari koran atau internet. Perhatikanlah . . . iklan mana yang paling berhasil menurut Anda ? Selanjutnya buatlah analisa mengapa iklan tersebut berhasil, dan mengapa iklan yang lain tidak. Jika Anda memiliki sebuah produk untuk dijual, buatlah 10 iklan baris yang berbeda untuk produk tersebut. Kemudian perhatikan dan pilihlah satu iklan yang paling bagus menurut Anda. Jika memungkinkan, tunjukkanlah iklan-iklan yang sudah Anda buat tersebut kepada beberapa teman dekat Anda. Mintalah pendapat mereka, iklan mana yang paling bagus menurut mereka. Bandingkan hasilnya dengan pilihan Anda tadi, sama tidak ? Jangan lupa, jika iklan Anda tidak terbaca, maka tidak akan terjadi penjualan. Jika iklan Anda tidak terlihat, maka iklan Anda tidak akan terbaca. Jika iklan Anda tidak menarik perhatian, maka iklan Anda tidak akan terlihat.

BAHASA PROMOSI YANG BAIK
Bahasa Promosi yang baik

Dalam beberapa kasus, banyak iklan yang menuntut para pembaca atau pendengan iklan harus berpikir ulang untuk mengerti apa maksud dari iklan itu. Dan itu menimbulkan spekulasi danh mebuat pengertian yang tidak fokus pada inti iklan. Dan ini menimbilkan kegagalan iklan kita, maka dari itu kita perlu tahu bahasa bahasa pemasaran dan bahasa iklan yang baik dan mengena :

1. Jangan penuhi sebuah iklan dengan berbagai tulisan yang rumit, diperlukan font atau dengan warna yang menarik.
2. Gunakan klalimat yang mudah dicerna dan dimengerti. Kadang bahasa daerah dan bahasa gaul yang lagi trend sangat menarik dan bernilai komersil.
3. Jangan teelalu bannyak bertele tele, gunakan bahasa yang singkat dan jelas.
4. Gunakan bahasa kita seebag=gai pelengkap atau bumbu darii= iklan kita.
5. Beri kalimat iklan yang mendidik, namun masih bernilai komersil. Seperti contoh, “pengen pintar, makanya belajar. Jika laper, makan roti (ini merk rotinya)
6. Orang Indonesia sangat sensitive dengan iklan, apalagi yang berhubungan dengan kemewahan. Kita tawari dengan hal hal yang gratis dan embel embel fasilitas murah. Pasti akan lebih tertarik lagi.
Itu tadi beberapa hal yang mungkin penting dan mungkin bisa meningkatkan penjualan kita. Dipandang dari aspek bisnis, kalimat sangat pokok perannya untuk sebuah iklan, apalagi pemilihan bahasa yang digunakan.
SOURCE:
v http:// produk-bagus.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.